Home > Pengawasan berbasis risiko Tuesday, 23 September, 2014

Pengawasan berbasis risiko

Mengenal Lebih Dekat:
Pengawasan Berbasis Risiko

YUSMAN – Kepala Bagian Analisis Penyelenggaraan Program, Biro Dana Pensiun

Akhir-akhir ini, sejumlah negara maju melakukan pemikiran ulang terhadap sistem pengawasan lem

baga keuangan. Pendekatan pengawasan berbasis kepatuhan (compliance) sulit untuk dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Pendekatan ini menuntut perlakuan yang sama pada lembaga keuangan, sekalipun mereka memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda. Di samping itu, pendekatan berbasis kepatuhan menuntut perhatian yang sama pada semua lembaga keuangan yang diawasi, sehingga membutuhkan biaya dan sumber daya manusia yang luar biasa besar. Sejumlah fakta menunjukan pula bahwa beberapa lembaga keuangan yang patuh pun ternyata mengalami kegagalan. Untuk menjembatani paradoks ini, muncul gagasan pengawasan berbasis risiko.
Pengawasan berbasis risiko pada dasarnya menggunakan risiko sebagai ukuran dasar dalam menentukan kebijakan pengawasan. Untuk menerapkan konsep pengawasan berbasis risiko, Biro Dana Pensiun menggunakan dua alat utama:
• Sistem Pemeringkat Risiko (SPERIS) – sebagai alat ukur risiko
• Sistem Pengawasan Berbasis Risiko (SANBERRIS) – sebagai alat pengawasan untuk mengurangi risiko.

SPERIS
Risiko merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang akan berdampak pada kegagalan pencapaian suatu tujuan. Risiko ditentukan oleh dua faktor: [1] kemungkinan terjadinya peristiwa (peringkat probabilitas) dan [2] dampak dari terjadinya peristiwa tersebut. Tingkat risiko merupakan hasil kali dari kedua faktor tersebut.
Dalam aplikasi SPERIS, pemeringkatan risiko dana pensiun dilakukan dengan melakukan penilaian atas 9 (sembilan) modul risiko:
1. Risiko Desain dan Strategi
2. Risiko Kepengurusan
3. Risiko Tata Kelola
4. Risiko Operasional
5. Risiko Iuran
6. Risiko Pengelolaan Kekayaan
7. Risiko Kinerja
8. Risiko Legal
9. Dukungan Pendanaan
Dalam menilai peringkat probabilitas, SPERIS selanjutnya mengelompokkan risiko-risiko ke dalam tiga elemen dasar:
1. Risiko bawaan, risiko yang melekat dalam setiap aktifitas dana pensiun;
2. Manajemen dan pengendalian, aktifitas manajemen yang dilakukan oleh pengurus dan pihak terkait untuk mengendalikan risiko bawaan; dan
3. Dukungan pendanaan, dukungan keuangan dari pemberi kerja untuk menutupi risiko keseluruhan dana pensiun.

Risiko Bawaan
Risiko bawaan merupakan risiko atau ketidakpastian yang senantiasa melekat pada suatu dana pensiun. Semua jenis risiko yang memiliki pengaruh terhadap kemampuan dana pensiun untuk memenuhi janjinya, terutama secara keuangan, masuk dalam ukuran risiko bawaan ini.
Manajemen dan Pengendalian
Manajemen

dan pengendalian merupakan penilaian atas kemampuan manajemen dana pensiun dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko bawaannya. Hal ini dinilai dari kebijakan, prosedur, sistem pengendalian dan pengawasan yang diterapkan.
Risiko Bersih
Risiko bersih merupakan tingkat risiko dana pensiun yang diperoleh dari perpaduan antara risiko bawaan dengan manajemen dan pengendalian yang dilakukan dana pensiun. Dengan kata lain, risiko bersih adalah risiko bawaan yang tidak dapat dimitigasi dengan manajemen dan pengendalian yang diterapkan.
Dukungan Pendanaan
Dukungan pendanaan merupakan penilaian atas kemampuan keuangan dana pensiun dan pemberi kerja untuk menanggulangi risiko bersih. Pengukuran dukungan pendanaan didasarkan pada dua aspek, yaitu tingkat pendanaan dana pensiun dan kemampuan keuangan pemberi kerja.
Peringkat Probabilitas
Peringkat probabilitas merupakan total risiko dana pensiun yang menggambarkan kemungkinan dana pensiun yang bersangkutan akan mengalami kegagalan dalam memenuhi kewajibannya. Total risiko dana pensiun menunjukkan penilaian atas tingkat risiko bersih yang tidak dapat ditutup dengan dukungan pendanaan yang tersedia. Peringkat probabilitas diklasifikasikan ke beberapa kategori, katakanlah: rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.
Peringkat Dampak
Peringkat dampak menggambarkan penilaian atas potensi kerugian yang dapat terjadi apabila dana pensiun gagal memenuhi kewajibannya kepada para peserta. Potensi kerugian ini mencakup tidak hanya dampak keuangan secara langsung kepada peserta dana pensiun yang bersangkutan tetapi juga potensi kerugian yang akan dialami secara tidak langsung oleh industri dana pensiun dan sektor keuangan nasional. Dampak kegagalan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, katakanlah: rendah, sedang-rendah, sedang-tinggi, tinggi dan sangat tinggi.
Status Pengawasan
Kombinasi dari peringkat probabilitas dan peringkat dampak menentukan status pengawasan dari suatu dana pensiun.

SANBERRIS
Konsistensi strategi dan tindakan pengawasan sangat menentukan keberhasilan sistem pengawasan berbasis risiko. Dalam SANBERRIS, konsistensi strategi dan tindakan pengawasan didasarkan pada tingkat probabilitas dan dampak kegagalan dana pensiun yang bersangkutan. Dana pensiun yang masuk ke dalam kelompok probabilitas dan dampak kegagalan yang sama akan mendapatkan intensitas pengawasan yang sama, sesuai dengan status pengawasannya.
Aplikasi SANBERRIS mengelompokkan dana pensiun ke dalam 4 (empat) jenis status pengawasan yaitu:
1. Normal – bagi dana pensiun yang memiliki peringkat probabilitas rendah-sedang dan peringkat dampak rendah-tinggi.
2. Pengawasan Intensif – bagi dana pensiun yang memiliki peringkat probabilitas sedang-tinggi dan peringkat dampak sedang-tinggi.
3. Penyehatan – bagi dana pensiun yang memiliki peringkat probabilitas tinggi dan peringkat dampak sedang-tinggi.
4. Restrukturisasi – bagi dana pensiun yang memiliki peringkat probabilitas tinggi-sangat tinggi dan peringkat dampak sedang-sangat tinggi.
Pengelompokan status pengawasan di atas tentu saja tidak selalu dapat dilakukan secara eksak (scientific) sepenuhnya. Dana pensiun yang memiliki peringkat dampak rendah bisa saja dikelompokkan ke dalam status pengawasan ”restrukturisasi” apabila diketahui memiliki dampak probabilitas luar biasa tinggi.
Secara umum dapat dikatakan bahwa Biro Dana Pensiun akan menerapkan strategi dan perlakuan dengan intensitas yang sama kepada setiap dana pensiun yang memiliki status pengawasan yang sama. Secara individual, upaya pembinaan dan pengawasan dana pensiun akan disesuaikan dengan jenis risiko dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing dana pensiun.
Status pengawasan akan ditinjau-ulang (review) secara berkala. Dengan memperhatikan dinamika pengelolaan dana pensiun serta upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dana pensiun untuk mengurangi tingkat risiko yang dihadapinya, status pengawasan dana pensiun dapat berubah. Dalam hal terjadi perubahan status, strategi dan intensitas pengawasan yang diterapkan akan disesuaikan dengan status pengawasan yang baru.

IMPLEMENTASI
Pada awal bulan April 2008, Kepala Biro Dana Pensiun sudah menerbitkan surat pemberitahuan kepada pengurus dana pensiun mengenai rencana penerapan pengawasan berbasis risiko mulai bulan Juni 2008. Surat yang sama juga sekaligus meminta agar pengurus mempersiapkan pengelolaan dana pensiun untuk mendukung penerapan sistem tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh pengurus?

Sistem pengawasan berbasis risiko bagi dana pensiun yang kemudian dituangkan dalam bentuk SPERIS-SUNBERRIS pada dasarnya merupakan persepsi regulator terhadap risiko di bidang dana pensiun. Pengurus dana pensiun, sebagai pengelola, tentu sangat berkepentingan dengan persepsi ini, karena dengan cara itulah profil dana pensiun akan dinilai. Dengan demikian, pengurus perlu melakukan persiapan dengan melakukan pembenahan dalam aspek operasional dan manajemen, terutama yang berkaitan dengan 9 jenis risiko yang akan dievaluasi. Di luar itu, pengurus tentu saja harus tetap menjaga agar pengelolaan dana pensiun memberikan manfaat dan pelayanan yang optimal bagi pihak-pihak yang langsung berkaitan (stakeholder), yaitu peserta dan pemberi kerja.

* Tulisan ini semata-mata merupakan pengantar dari kegiatan workshop dan seminar yang akan diselenggarakan atau didukung oleh Biro Dana Pensiun dalam waktu dekat.

ahart

 

 


 

 

List Artikel